<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Tegar Berjalan di Atas Sunnah</title>
	<atom:link href="http://salafussholeh.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://salafussholeh.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Mar 2008 00:57:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='salafussholeh.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Tegar Berjalan di Atas Sunnah</title>
		<link>http://salafussholeh.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://salafussholeh.wordpress.com/osd.xml" title="Tegar Berjalan di Atas Sunnah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://salafussholeh.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>BERHIAS DENGAN AKHLAQ</title>
		<link>http://salafussholeh.wordpress.com/2008/03/02/adab-akhlaq-2/</link>
		<comments>http://salafussholeh.wordpress.com/2008/03/02/adab-akhlaq-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Mar 2008 08:52:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafussholeh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab & Akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafussholeh.wordpress.com/2008/03/02/adab-akhlaq-2/</guid>
		<description><![CDATA[oleh : Ibnatu Husen &#8220;Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar &#8211; benar berakhlak yang agung&#8221; (Al qalam : 4). Adakah orang yang tidak menyukai perhiasan ? jawaban pertanyaan ini jelas, bahwa tidak ada seorangpun melainkan ia menyukai perhiasan dan senang untuk tampil berhias di hadapan siapa saja. Karena itu kita lihat banyak orang berlomba &#8211; lomba untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafussholeh.wordpress.com&amp;blog=3005795&amp;post=11&amp;subd=salafussholeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh : Ibnatu Husen</p>
<p align="justify">&#8220;Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar &#8211; benar berakhlak yang agung&#8221; (Al qalam : 4).</p>
<p align="justify">Adakah orang yang tidak menyukai perhiasan ? jawaban pertanyaan ini jelas, bahwa tidak ada seorangpun melainkan ia menyukai perhiasan dan senang untuk tampil berhias di hadapan siapa saja. Karena itu kita lihat banyak orang berlomba &#8211; lomba untuk memperbaiki penampilan dirinya. Ada yang lebih mementingkan perhiasan dhahir (luar) dengan penambahan aksesoris seperti pakaian yang bagus, make up yang mewah dan emas permata, sehingga mengundang decak kagum orang yang melihat. Adapula yang berupaya memperbaiki kualitas akhlak, memperbaiki dengan akhlak islami.</p>
<p align="justify"><span id="more-11"></span>Yang disebut terakhir ini tentunya bukan decak kagum manusia yang dicari, namun karena kesadaran agamanya menghendaki demikian dengan disertai harapan mendapatkan pahala dari Allah subhanahu wa ta&#8217;ala. Kalaupun penampilannya mengundang pujian orang, ia segera mengembalikannya kepada Allah karena kepunyaan &#8211; Nyalah segala pujian dan hanya Dialah yang berhak untuk dipuji.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">ISLAM MENGUTAMAKAN AKHLAK</p>
<p align="justify">Mungkin banyak diantara kita kurang memperhatikan masalah akhlak. Di satu sisi kita mengutamakan tauhid yang memang merupakan perkara pokok / inti agama ini, berupaya menelaah dan mempelajarinya, namun disisi lain dalam masalah akhlak kurang diperhatikan. Sehingga tidak dapat disalahkan bila ada keluhan &#8211; keluhan yang terlontar dari kalangan awwam, seperti ucapan : &#8220;Wah udah ngerti agama kok kurang ajar sama orang tua.&#8221; Atau ucapan : &#8220;Dia sih agamanya bagus tapi sama tetangga tidak pedulian&#8230;&#8221;, dan lain &#8211; lain.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Seharusnya ucapan &#8211; ucapan seperti ini ataupun yang semisal dengan ini menjadi cambuk bagi kita untuk mengoreksi diri dan membenahi akhlak. Islam bukanlah agama yang mengabaikan akhlak, bahkan islam mementingkan akhlak. Yang perlu diingat bahwa tauhid sebagai sisi pokok / inti islam yang memang seharusnya kita utamakan, namun tidak berarti mengabaikan perkara penyempurnaannya. Dan akhlak mempunyai hubungan yang erat. Tauhid merupakan realisasi akhlak seorang hamba terhadap Allah dan ini merupakan pokok inti akhlak seorang hamba. Seorang yang bertauhid dan baik akhlaknya berarti ia adalah sebaik &#8211; baik manusia. Semakin sempurna tauhid seseorang maka semakin baik akhlaknya, dan sebaliknya bila seorang muwahhid memiliki akhlak yang buruk berarti lemah tauhidnya.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">RASUL DIUTUS UNTUK MENYEMPURNAKAN AKHLAK</p>
<p align="justify">Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam, rasul kita yang mulia mendapat pujian Allah. Karena ketinggian akhlak beliau sebagaimana firmanNya dalam surat Al Qalam ayat 4. bahkan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam sendiri menegaskan bahwa kedatangannya adalah untuk menyempurnakan akhlak yang ada pada diri manusia, &#8220;Hanyalah aku diutus (oleh Allah) untuk menyempurnakan akhlak.&#8221; (HR.Ahmad, lihat Ash Shahihah oleh Asy Syaikh al Bani no.45 dan beliau menshahihkannya).</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu seorang sahabat yang mulia menyatakan : &#8220;Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling baik budi pekertinya.&#8221; (HR.Bukhari dan Muslim).</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Dalam hadits lain anas memuji beliau shalallahu ‘alahi wasallam : &#8220;Belum pernah saya menyentuh sutra yang tebal atau tipis lebih halus dari tangan rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Saya juga belum pernah mencium bau yang lebih wangi dari bau rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Selama sepuluh tahun saya melayani rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam, belum pernah saya dibentak atau ditegur perbuatan saya : mengapa engkau berbuat ini ? atau mengapa engkau tidak mengerjakan itu ?&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Akhlak merupakan tolak ukur kesempurnaan iman seorang hamba sebagaimana telah disabdakan oleh rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam : &#8220;Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaknya.&#8221; (HR Tirmidzi, dari abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, diriwayatkan juga oleh Ahmad. Disahihkan Al Bani dalam Ash Shahihah No.284 dan 751). Dalam riwayat Bukhari dan Muslim dari Abdillah bin amr bin Al ‘Ash radhiallahu ‘anhuma disebutkan : &#8220;Sesungguhnya sebaik &#8211; baik kalian ialah yang terbaik akhlaknya.&#8221;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">KEUTAMAAN AKHLAK</p>
<p align="justify">Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengabarkan bahwa suatu saat rashulullah pernah ditanya tentang kriteria orang yang paling banyak masuk syurga. Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab : &#8220;Taqwa kepada Allah dan Akhlak yang Baik.&#8221; (Hadits Shahih Riwayat Tirmidzi, juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Lihat Riyadus Sholihin no.627, tahqiq Rabbah dan Daqqaq).</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Tatkala Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menasehati sahabatnya, beliau shalallahu ‘alahi wasallam menggandengkan antara nasehat untuk bertaqwa dengan nasehat untuk bergaul/berakhlak yang baik kepada manusia sebagaimana hadits dari abi dzar, ia berkata bahwa rashulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : &#8220;Bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada dan balaslah perbuatan buruk dengan perbuatan baik niscaya kebaikan itu akan menutupi kejelekan dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.&#8221; (HR Tirmidzi, ia berkata: hadits hasan, dan dishahihkan oleh syaikh Al Salim Al Hilali).</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Dalam timbangan (mizan) amal pada hari kiamat tidak ada yang lebih berat dari pada aklak yang baik, sebagaimana sabda rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam : &#8221; Sesuatu yang paling berat dalam mizan (timbangan seorang hamba) adalah akhlak yang baik.&#8221; (HR. Abu Daud dan Ahmad, dishahihkan Al Bani. Lihat ash Shahihah Juz 2 hal 535). Juga sabda beliau : &#8221; Sesungguhnya sesuatu yang paling utama dalam mizan (timbangan) pada hari kiamat adalah akhlak yang baik.&#8221; (HR. Ahmad, dishahihkan al Bani. Lihat Ash Shahihah juz 2 hal.535).</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Dari Jabir radhiallahu ‘anhu berkata : Rashulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : &#8220;Sesungguhnya orang yang paling saya kasihi dan yang paling dekat padaku majelisnya di hari kiamat ialah yang terbaik budi pekertinya.&#8221; (HR. Tirmidzi dengan sanad hasan. Diriwayatkan juga oleh Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban. Lihat Ash shahihah Juz 2 hal 418 &#8211; 419).</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Dari hadits &#8211; hadits di atas dapat dipahami bahwa akhlak yang paling baik memiliki keutamaan yang tinggi. Karena itu sudah sepantasnya setiap muslimah mengambil akhlak yang baik sebagai perhiasannya. Yang perlu diingat bahwa ukuran baik atau buruk suatu akhlak bukan ditimbang menurut selera individu, bukan pula hitam putih akhlak itu menurut ukuran adat yang dibuat manusia. Karena boleh jadi, yang dianggap baik oleh adat bernilai jelek menurut timbangan syari&#8217;at atau sebaliknya.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Jelas bagi kita bahwa semuanya berpatokan pada syari&#8217;at, dalam semua masalah termasuk akhlak. Allah sebagai Pembuat syari&#8217;at ini, Maha Tahu dengan keluasan ilmu &#8211; Nya apa yang mendatangkan kemashlahatan/kebaikan bagi hamba &#8211; hamba &#8211; Nya.</p>
<p align="justify">Wallahu Ta&#8217;ala a&#8217;lam.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafussholeh.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafussholeh.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafussholeh.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafussholeh.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafussholeh.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafussholeh.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafussholeh.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafussholeh.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafussholeh.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafussholeh.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafussholeh.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafussholeh.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafussholeh.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafussholeh.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafussholeh.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafussholeh.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafussholeh.wordpress.com&amp;blog=3005795&amp;post=11&amp;subd=salafussholeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafussholeh.wordpress.com/2008/03/02/adab-akhlaq-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b46bac65f42ccb11bdfc2d34a1add695?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">salafussholeh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMAHAMI ISTILAH &#8216;AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA&#8217;AH</title>
		<link>http://salafussholeh.wordpress.com/2008/03/02/manhaj/</link>
		<comments>http://salafussholeh.wordpress.com/2008/03/02/manhaj/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Mar 2008 08:13:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafussholeh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafussholeh.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Pada zaman yang serba modern sekarang ini, banyak kaum muslmin telah terbuai dengan megahnya dunia ini sehingga menjauhi umat Islam dari ajaran agama Islam yang Haqq (sebenarnya). Dan karena kejahilan (kebodohan) kebanyakan kaum muslimin, mereka menjalani agama Islam ini hanya mengikuti ajaran-ajaran nenek moyang terdahulu, guru-guru terhadulu, tanpa melihat atau mempelajari dasar pengambilan agama yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafussholeh.wordpress.com&amp;blog=3005795&amp;post=9&amp;subd=salafussholeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Pada zaman yang serba modern sekarang ini, banyak kaum muslmin telah terbuai dengan megahnya dunia ini sehingga menjauhi umat Islam dari ajaran agama Islam yang Haqq (sebenarnya). Dan karena kejahilan (kebodohan) kebanyakan kaum muslimin, mereka menjalani agama Islam ini hanya mengikuti ajaran-ajaran nenek moyang terdahulu, guru-guru terhadulu, tanpa melihat atau mempelajari dasar pengambilan agama yang mereka ajarkan apakah telah Sah datangnya Rasulullah.</p>
<p align="justify"><span id="more-9"></span>Begitu juga halnya dengan penamaan atau istilah-istlah dalam agama Islam. Kebanyakan kaum muslimin belum mengetahui istilah yang <i>Haqq </i>yang sebenar-benar istilah dalam agama Islam sendiri yakni istilah <b>‘Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama&#8217;ah</b>. Dan insya Allah pada kesempatan yang singkat ini akan Kami jelaskan secara ringkas apa sebenarnya makna istilah <b>Ahlus Sunnah Wal Jama&#8217;ah. </b>Dengan dituliskan ringkasan risalah <b>Ahlus Sunnah Wal Jama&#8217;ah </b>ini, harapan Kami bagi yang membacanya mendapatkan petunjuk dan hidayah dari Allah.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><b></b></p>
<p align="justify"><b>A. Defenisi ‘Aqidah</b></p>
<p align="justify">            <i>‘Aqidah</i> menurut bahasa Arab (etmologi) berasal dari kata <i>al-‘aqdu</i> yang berarti ikatan, <i>at-tautsiiqu</i> yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat, <i>al-ihkaamu</i> yang artinya mengkokohkan (menetapkan), dan <i>ar-rabthu biquwwah </i>yang berarti mengikat dengan kuat.</p>
<p align="justify">            Sedangkan menurut istlah (terminologi) yang umum, ‘aqidah adalah man yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya.</p>
<p align="justify">            Jadi, <b>‘Aqidah Islamiyyah</b> adalah keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah dengan segala pelaksanaan kewajiban, bertauhid dan taat kepada-Nya, beriman kepada Malaikat-malaikat-Nya, Rasul-rasul-Nya, Kitab-ktab-Nya, hari Akhir, takdir yang baik yang buruk dan mengimani seluruh apa-apa yang telah shahih tentang Prinsip-prinsip Agama (Ushuluddin), perkara-perkara yang ghaib, beriman kepada apa yang menjadi ijma&#8217; (kesepakatan) dari Salafus Shalih, serta seluruh berita-berita <i>qhat&#8217;i</i> (pasti), baik secara ilmiyah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut Al Qur&#8217;an dan As Sunnah yang shahih serta ijma&#8217; Salafu Shalih.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><b>B. Defenisi Salaf</b></p>
<p align="justify">            Menurut bahasa (etimologi), <b>Salaf </b>artinya yang terdahulu (nenek moyang), yang lebih tua dan lebih utama. Salaf berarti para pendahulu. Jika dikatakan salaf seseorang, maksudnya kedua orang tua yang telah mendahuluinya.         </p>
<p align="justify">            Menurut istlah (terminologi) <b>Salaf</b> berarti generasi pertama dan terbaik dari ummat (Islam) ini, yang terdiri dari para Sahabat, Tabi&#8217;in, Tabi&#8217;ut Tabi&#8217;in dan para Imam pembawa petunjuk pada tiga kurun waktu (generasi/masa) pertama yang dimuliakan oleh Allah, sebagaimana sabda Rasulullah,</p>
<p align="justify"><i>&#8221; Sebaik-baik manusia adalah pada masaku ini (yaitu masa para Sahabat), kemudian yang sesudahnya (masa Tabi&#8217;in), kemudian sesudahnya (masa Tabi&#8217;ut Tabi&#8217;in).&#8221; (HR. Bukhori dan Muslim)</i></p>
<p align="justify">            Menurut al-Qalsyani : &#8220;<b>Salafush Shalih </b>adalah generasi pertama dari ummat ini, yang pemahaman llmunya sangat dalam, yang mengikuti petunjuk Nabi dan menjaga Sunnahnya. Allah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya dan menegakkan agama-Nya.</p>
<p align="justify">            Syaikh Mahmud Ahmad Khafaji berkata d dalam kitabnya, <i>al-Aqiidatul Islamiyyah bainas Salafiyyah wal Mu&#8217;tazillah :</i> &#8220;Penetapan istilah <b>Salaf</b> tidak cukup dengan hanya dibatas waktu saja, bahkan lurus sesuai dengan Al Qur&#8217;an dan As Sunnah menurut pemahaman Salafush Shalih. Barangsiapa yang pendapatnya sesuai dengan Al Qur&#8217;an dan As Sunnah mengetahui ‘aqidah, hukum, dan suluknya menurut pemahaman Salaf, maka ia disebut <b><i>Salafi</i></b> meskipun tempatnya jauh dan berbeda masa. Sebaliknya, barangsiapa pendapatnya meyalahi Al Qur&#8217;an dan As Sunnah, maka ia bukan seorang  <b><i>Salafi</i></b> meskipun ia hidup pada zaman Sahabat, Tabi&#8217;in, Tabi&#8217;ut Tabi&#8217;in.</p>
<p align="justify">            Penisbatan kata <b>Salaf </b>atau <b><i>as Salafiyyun </i></b>bukanlah termasuk perkara bid&#8217;ah, akan tetapi penisbatan ini adalah penisbatan yang syar&#8217;i karena menisbatkan diri kepada generasi pertama daru ummat ini, yaitu para Sahabat, Tabi&#8217;in, Tabi&#8217;ut Tabi&#8217;in.</p>
<p align="justify"><b>            Ahlus Sunnah Wal Jama&#8217;ah </b>dikatakan juga <b>as Salafiyyuun </b>karena mereka mengikuti manhaj Salafush Shalih dari Sahabat, Tabi&#8217;in dan Tabi&#8217;ut Tabi&#8217;in. Kemudian setiap orang yang mengikuti jejak mereka serta berjalan berdasarkan manhaj mereka -disepanjang masa-, mereka ini disebut <b><i>Salafi</i></b>, karena dinisbatkan kepada <b><i>Salaf</i></b>. <b>Salaf bukan kelompok atau golongan </b>seperti yang difahami oleh sebagian orang, tetapi merupakan manhaj (system hidup dalam ber&#8217;aqidah, beribadah, berhukum, berakhlaq dan yang lainnya) yang wajib diikuti oleh setiap muslim. Jadi, pengertian <b>Salaf </b>dinisbatkan kepada orang yang menjaga keselamatan <b>‘aqidah</b> dan <b> manhaj </b>menurut apa yang dilaksanakan Rasulullah dan para Sahabat sebelum terjadinya perselisihan dan perpecahan.</p>
<p align="justify">            Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata : &#8220;bukanlah merupakan aib bagi orang yang menampakkan manhaj <b>Salaf</b> dan menisbatkan dirinya kepada <b>Salaf</b>, bahkan wajib menerima yang demikian itu berdasarkan kesepakatan para ulama, karena manhaj <b>Salaf </b>tidak lain kecuali kebenaran.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><b>C. Definisi Ahlus Sunnah Wal Jama&#8217;ah</b></p>
<p align="justify"><b>            Ahlus Sunnah Wal Jama&#8217;ah </b>adalah mereka yang menempuh apa yang pernah ditempuh oleh Rasulullah dan para Sahabatnya. Disebut Ahlus Sunnah, karena kuatnya (mereka) berpegang dan berittiba&#8217; (mengikuti) Sunnah Nabi dan para Sahabatnya.</p>
<p align="justify">            <b>As Sunnah </b>menurut bahasa (etimologi) adalah jalan/cara, apakah jalan itu baik atau buruk.</p>
<p align="justify">            Sedangkan menurut para Ulama, ‘aqidah (terminologi), <b>As Sunnah </b>adalah petunjuk yang telah dilakukan oleh Rasulullah dan para Sahabatnya, baik tentang ilmu, I&#8217;tiqad (keyakinan), perkataan maupun perbuatan. Dan ini adalah <b>As Sunnah </b>yang wajb diikuti, orang yang mengkutinya akan terpuji dan orang yang meyalahinya akan dicela.</p>
<p align="justify">            Disebut <b>al Jama&#8217;ah</b>, karena mereka bersatu di atas kebenaran, tidak mau berpecah-belah dlam urusan agama, berkumpul di bawah kepemimpinan para Imam (yang berpegang kepada) <i>al Haqq</i> (kebenaran), tidak mau keluar dari jama;ah meeka dan mengikuti apa yang telah menjadi kesepakatan <b>Salaful Ummah</b>.</p>
<p align="justify">            <b>Al Jama&#8217;ah </b>menurut para ulama ‘aqidah (terminologi) adalah generasi pertama dari ummat ini, yaitu kelangan Sahabat, Tabi&#8217;in, Tabi&#8217;ut Tabi&#8217;in serta orang-orang yang mengikuti dalam kebaikan hingga hari Kiamat, karena berkumpul di atas kebenaran.</p>
<p align="justify">            Imam Asy Syafi&#8217;i berkata : &#8220;Perintah untuk berpegang kepada jama&#8217;ah, maksudnya adalah berpegang kepada kebenaran dan mengikutinya. Meskipun yang melaksanakan Sunnah itu sedikit dan yang menyalahinya banyak. Karena kebenaran itu apa yang dilaksanakan oleh jama;aj yang pertama, yaitu yang dilaksanakan Rasulullah dan para Sahabatnya tanpa melihat kepada orang-orang yang menympang (melakukan kebathilan) sesudah mereka.&#8221;   </p>
<p align="justify">            Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Mas&#8217;ud : &#8220;Al Jama&#8217;ah adalah yang mengikuti kebenaran walaupun engkau sendirian.&#8221;</p>
<p align="justify">            Jadi, <b>Ahlus Sunnah Wal Jama&#8217;ah </b>adalah orang yang mempunyai sifat dan karakter mengikuti Sunnah Nabi dan menjauhi perkara-perkara yang baru dan bid&#8217;ah dalam agama. Karena mereka adalah orang-orang yang <i>ittiba&#8217;</i> (mengikuti) kepada Sunnah Rasulullah dan mengikuti (jejak Salaful Ummah), maka mereka juga disebut <i>Ahlul Hadits, Ahlul Atsar </i>dan <i>Ahlul Ittiba&#8217;</i>.  Di samping itu, mereka juga dikatakan sebagai <i>ath Thaa-ifatul Manshuurah</i> (golongan yang mendapatkan pertolongan Allah), <i>al Firqatun Naajiyah</i> (golongan yang selamat), <i>Ghurabaa&#8217; </i> (orang asing).</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><b>E. Sejarah munculnya Istilah Ahlus Sunnah Wal Jama&#8217;ah</b></p>
<p align="justify">            Penamaan istilah Ahlus Sunnah ini sudah ada sejak generasi pertama Islam pada kurun waktu yang dimuliakan Allah, yaitu generasi Sahabat,Tabi&#8217;n, Tabi&#8217;ut Tabi&#8217;in.</p>
<p align="justify">            ‘Abdullah bin ‘Abbas berkata ketika menafsirkan firman Allah :</p>
<p align="justify">يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا       </p>
<p align="justify">الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ    <i> </i></p>
<p align="justify"><i>&#8220;Pada hari yang di waktu itu ada wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah yang hitam muram. Adapaun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan) : ‘Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah adzab disebabkan kekafiranmu itu.&#8221; </i>(QS. Ali imran : 106)</p>
<p align="justify">&#8220;Adapun yang putih wajahnya mereka adalah Ahlus Sunnah Wal Jama&#8217;ah, adapun orang yang hitam wajahnya mereka adalah Ahlul Bid&#8217;ah dan sesat.</p>
<p align="justify">            Kemudian istilah Ahlus Sunnah Wal Jama&#8217;ah ini diikuti oleh kebanyakan ulama Salaf dan kami sebutkan 4 diantaranya  :</p>
<ol>
<li>
<div align="justify">Ayyub as Syikhtiyani, ia berkata : &#8220;Apabila aku dikabarkan tentang meninggalkan seorang dari <b>Ahlus Sunnah </b>seolah-olah hilang sudah anggota tubuhku.&#8221;</div>
</li>
<li>
<div align="justify">Sufyan ats Tsaury berkata : &#8220;Aku  wasiatkan kaian untuk tetap berpegang kepada <b>Ahlus Sunnah </b>dengan baik, karena mereka adalah <i>al Ghurabaa&#8217;</i>. Alangkah sedikitnya <b>Ahlus Sunnah Wal Jama&#8217;ah</b>.&#8221;</div>
</li>
<li>
<div align="justify">Fudhail bin ‘Iyadh berkata : &#8220;&#8230;Berkata <b>Ahlus Sunnah </b> : Iman itu keyakinan, perkataan, dan perbuatan.&#8221;</div>
</li>
<li>
<div align="justify">Imam Ahmad bn Hanbal berkata : &#8220;Inilah mahdzab ahlul ‘Ilm, <i>ash haabul atsar</i> dan <b>Ahlus Sunnah,</b> yang merea dikenal sebagai pengikut Sunnah Rasul dan para Sahabatnya, dari semenja zaman para Sahabat hingga pada masa sekarang ini&#8230;.&#8221;</div>
</li>
</ol>
<p align="justify">Dengan penukilan tersebut, maka jelaslah bagi kita bahwa lafadz <b>Ahlus Sunnah </b>sudah dikenal di kalangan Salaf 9generasi awal ummat ini) dan para ulama sesudahnya. Istilah <b>Ahlus Sunnah Wal Jama&#8217;ah </b>merupakan istilah yang mutlak sebagai lawan kata Ahlul Bid&#8217;ah. Para ulama Ahlus Sunnah menulis telah menulis penjelasan tentang ‘Aqidah Ahlus Sunnah agar ummat faham tentang ‘Aqidah yang benar dan untuk membedakan antara mereka dengan Ahlul Bid&#8217;ah. Sebagaimana telah dilakukan oleh Imam Ahmad bin Hanbal, Imam al Barbahari, Imam ath Thahawi serta yang lainnya.</p>
<p align="justify">Demikianlah penjelasan singkat mengenai istilah <b>Ahlus Sunnah Wal Jama&#8217;ah </b>ini kami sampaikan. Dengan ikhlas karena mengharapkan wajah dan ridhanya Allah, karena cintanya kami kepada kaum muslimin, karena inginnya kami menebarkan Dakwah yang <i>haqq</i>. Kami memohon dan mengharap kepada Allah agar seluruh kaum muslimin mendapatkan petunjuk dan hidayah-Nya serta tetap lurus dalam menjalani kehidupan sebagai umat Islam dengan ajaran Islam yang murni yang sesuai dengan Al Qur&#8217;an dan As Sunnah dengan mengikuti pemahaman para (Sahabat) Salafush Shalih.</p>
<p align="justify"><i>Wallahu a&#8217;lam bishowab&#8230;.</i></p>
<p align="justify"><i></i></p>
<p align="justify"><i>Sumber : Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama&#8217;ah ,Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas (dengan berapa penambahan dan pengurangan dari pemilik webblog)</i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafussholeh.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafussholeh.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafussholeh.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafussholeh.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafussholeh.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafussholeh.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafussholeh.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafussholeh.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafussholeh.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafussholeh.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafussholeh.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafussholeh.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafussholeh.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafussholeh.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafussholeh.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafussholeh.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafussholeh.wordpress.com&amp;blog=3005795&amp;post=9&amp;subd=salafussholeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafussholeh.wordpress.com/2008/03/02/manhaj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b46bac65f42ccb11bdfc2d34a1add695?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">salafussholeh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>APA YANG DIMAKSUD DENGAN IMAN DAN ISLAM&#8230;??</title>
		<link>http://salafussholeh.wordpress.com/2008/03/02/fatwa-ulama/</link>
		<comments>http://salafussholeh.wordpress.com/2008/03/02/fatwa-ulama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Mar 2008 08:09:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafussholeh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatwa ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafussholeh.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan : Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : &#8220;Apa definisi Iman itu dan apa perbedaannya antara Iman dan Islam .?&#8221; Jawaban : Islam dalam pengertiannya secara umum adalah menghamba (beribadah) kepada Allah dengan cara menjalankan ibadah-ibadah yang disyari&#8217;atkan-Nya sebagaimana yang dibawa oleh para utusan-Nya sejak para rasul itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafussholeh.wordpress.com&amp;blog=3005795&amp;post=8&amp;subd=salafussholeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Oleh<br />
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin</p>
<p>Pertanyaan :<br />
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : &#8220;Apa definisi Iman itu dan apa perbedaannya antara Iman dan Islam .?&#8221;<br />
<span id="more-8"></span>Jawaban :<br />
Islam dalam pengertiannya secara umum adalah menghamba (beribadah) kepada Allah dengan cara menjalankan ibadah-ibadah yang disyari&#8217;atkan-Nya sebagaimana yang dibawa oleh para utusan-Nya sejak para rasul itu diutus hingga hari kiamat.</p>
<p>Ini mencakup apa yang dibawa oleh Nuh &#8216;Alaihis sallam berupa hidayah dan kebenaran, juga yang dibawa oleh Musa &#8216;Alaihis sallam, yang dibawa oleh Isa &#8216;Alaihis sallam dan juga mencakup apa yang dibawa oleh Ibrahim &#8216;Alaihis sallam, Imamul hunafa&#8217; (pimpinan orang-orang yang lurus), sebagaimana diterangkan oleh Allah dalam berbagai ayat-Nya yang menunjukkan bahwa syari&#8217;at-syari&#8217;at terdahulu seluruhnya adalah Islam kepada Allah &#8216;Azza wa Jalla.</p>
<p>Sedangkan Islam dalam pengertiannya secara khusus setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam adalah ajaran yang dibawa oleh beliau. Karena ajaran beliau menasakh (menghapus) seluruh ajaran yang sebelumnya, maka orang yang mengikutinya menjadi seorang muslim dan orang yang menyelisihinya bukan muslim karena ia tidak menyerahkan diri kepada Allah, akan tetapi kepada hawa nafsunya.</p>
<p>Orang-orang Yahudi adalah orang-orang muslim pada zamannya Nabi Musa &#8216;Alaihis salllam, demikian juga orang-orang Nashrani adalah orang-orang muslim pada zamannya Nabi Isa &#8216;Alaihis sallam. Namun ketika telah diutus Nabi Muhammad Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, kemudian ia mengkufurinya, maka mereka bukan jadi orang muslim lagi.</p>
<p>Oleh karena itu tidak dibenarkan seseorang berkeyakinan bahwa agama yang dipeluk oleh orang-orang Yahudi dan Nashrani sekarang ini sebagai agama yang benar dan diterima di sisi Allah sebagaimana Dienul Islam.</p>
<p>Bahkan orang yang berkeyakinan seperti itu berarti telah kafir dan keluar dari Dienul Islam, sebab Allah Ta&#8217;ala berfirman.</p>
<p>&#8220;Artinya : Sesungguhnya Dien yang diterima di sisi Allah hanyalah Islam&#8221;. [Ali-Imran : 19].</p>
<p>&#8220;Artinya : Barangsiapa mencari suatu dien selain Islam, maka tidak akan diterima (dien itu) daripadanya&#8221;. [Ali-Imran : 85]</p>
<p>Islam yang dimaksudkan adalah Islam yang dianugrahkan oleh Allah kepada Muhammad Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan umatnya. Allah berfirman.</p>
<p>&#8220;Artinya : Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepada nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai islam itu jadi agamamu&#8221;. [Al-Maidah : 3]</p>
<p>Ini adalah nash yang amat jelas yang menunjukkan bahwa selain umat ini, setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu &#8216;alaihis sallam, bukan pemeluk Islam. Oleh karena itu, agama yang mereka anut tidak akan diterima oleh Allah dan tidak akan memberi manfaat pada hari kiamat. Kita tidak boleh menilainya sebagai agama yang lurus. Salah besar orang yang menilai Yahudi dan Nashrani sebagai saudara, atau bahwa agama mereka pada hari ini sama pula seperti yang dianut oleh para pendahulu mereka.</p>
<p>Jika kita katakan bahwa Islam berarti menghamba diri kepada Allah Ta&#8217;ala dengan menjalankan syari&#8217;at-Nya, maka dalam artian ini termasuk pula pasrah atau tunduk kepada-Nya secara zhahir maupun batin. Maka ia mencakup seluruh aspek ; aqidah, amalan maupun perkataan. Namun jika kata Islam itu disandingkan dengan Iman, maka Islam berarti amal-amal perbuatan yang zhahir berupa ucapan-ucapan lisan maupun perbuatan anggota badan. Sedangkan Iman adalah amalan batiniah yang berupa aqidah dan amal-amalan hati. Perbedaan istilah ini bisa kita lihat dalam firman Allah Ta&#8217;ala.</p>
<p>&#8220;Artinya : Orang-orang Arab Badui itu berkata :&#8217;Kami telah beriman&#8217;. Katakanlah (kepada mereka) :&#8217;Kamu belum beriman, tetapi katakanlah, &#8216;kami telah tunduk, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu&#8221;. [Al-Hujurat : 14].</p>
<p>Mengenai kisah Nabi Luth, Allah Ta&#8217;ala berfirman.</p>
<p>&#8220;Artinya : Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Luth itu. Dan Kami tidak mendapati di negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri&#8221;. [Adz-Dzariyat : 35-36].</p>
<p>Di sini terlihat perbedaan antara mukmin dan muslim. Rumah yang berada di negeri itu zhahirnya adalah rumah yang Islami, namun ternyata di dalamnya terdapat istri Luth yang menghianatinya dengan kekufurannya. Adapun siapa saja yang keluar dari negeri itu dan selamat, maka mereka itulah kaum beriman yang hakiki, karena keimanan telah benar-benar masuk kedalam hati mereka.</p>
<p>Perbedaan istilah ini juga bisa kita lihat lebih jelas lagi dalam hadits Umar bin Khattab Radhiyallahu &#8216;anhu, bahwa Jibril pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu &#8216;alaihis sallam mengenai Islam dan Iman. Maka beliau menjawab :&#8221;Islam adalah engkau bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan berhaji ke Baitullah&#8221;. Mengenai Iman beliau menjawab :&#8221;Engkau beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Utusan-utusan-Nya, hari Akhir, serta beriman dengan qadar yang baik dan yang buruk&#8221;.</p>
<p>Walhasil, pengertian Islam secara mutlak adalah mencakup seluruh aspek agama termasuk Iman. Namun jika istilah Islam itu disandingkan dengan Iman, maka Islam ditafsirkan dengan amalan-amalan yang zhahir yang berupa perkataan lisan dan perbuatan anggota badan. Sedangkan Iman ditafsirkan dengan amalan-amalan batiniah berupa i&#8217;tiqad-i&#8217;tiqad dan amalan hati.</p>
<p>[Disalin dari kitab Fatawa Anil Iman wa Arkaniha, yang di susun oleh Abu Muhammad Asyraf bin Abdul Maqshud, edisi Indonesia Soal-Jawab Masalah Iman dan Tauhid, hal 50-52 Pustaka At-Tibyan]</p>
<p align="justify">
<p>Sumber : <a href="http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=270&amp;bagian=0">http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=270&amp;bagian=0</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafussholeh.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafussholeh.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafussholeh.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafussholeh.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafussholeh.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafussholeh.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafussholeh.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafussholeh.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafussholeh.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafussholeh.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafussholeh.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafussholeh.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafussholeh.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafussholeh.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafussholeh.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafussholeh.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafussholeh.wordpress.com&amp;blog=3005795&amp;post=8&amp;subd=salafussholeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafussholeh.wordpress.com/2008/03/02/fatwa-ulama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b46bac65f42ccb11bdfc2d34a1add695?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">salafussholeh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AKHLAQ SALAF CERMINAN AKHLAQ AL QUR&#8217;AN DAN AS SUNNAH</title>
		<link>http://salafussholeh.wordpress.com/2008/03/02/adab-akhlaq/</link>
		<comments>http://salafussholeh.wordpress.com/2008/03/02/adab-akhlaq/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Mar 2008 08:02:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafussholeh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab & Akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafussholeh.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz Bagian Pertama dari Dua Tulisan [1/2] Barangsiapa merenungi Kitabullah dan senantiasa berhubungan dengannya, maka akan mendapatkan kemuliaan akhlak. Dan barangsiapa yang mengkaji sunnah-sunnah Nabi, yaitu perjalanan hidup Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan hadits-haditsnya, akan mendapatkan dan memahami kemuliaan akhlak dan keagungannya. Untuk itulah Allah kembali menegaskan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafussholeh.wordpress.com&amp;blog=3005795&amp;post=7&amp;subd=salafussholeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">Oleh<br />
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz<br />
Bagian Pertama dari Dua Tulisan [1/2]</p>
<p align="justify">
Barangsiapa merenungi Kitabullah dan senantiasa berhubungan dengannya, maka akan mendapatkan kemuliaan akhlak. Dan barangsiapa yang mengkaji sunnah-sunnah Nabi, yaitu perjalanan hidup Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan hadits-haditsnya, akan mendapatkan dan memahami kemuliaan akhlak dan keagungannya. Untuk itulah Allah kembali menegaskan kemuliaan akhlak itu pada akhir Surat Al-Furqan.</p>
<p align="justify"><span id="more-7"></span>Allah berfirman :</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang yang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka. Dan orang-orang yang berkata : &#8216;Ya Rabb kami, jauhkan adzab jahannam dari kami, sesungguhnya adzabnya itu adalah kebinasaan yang kekal&#8217;. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. Dan apabila orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) ditengah-tengah antara yang demikian. Dan orang-orang yang tidak menyembah Ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian ini, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya)&#8221;. [Al-Furqan : 63-68]</p>
<p>Maksudnya, barangsiapa menyekutukan Allah atau membunuh jiwa dengan tanpa alasan, atau melakukan perzinaan, maka akibat perbuatannya itu dia akan mendapatkan dosa, yaitu siksaan yang besar. Lalu Allah menjelaskannya dengan ayat-ayat berikut ini :</p>
<p>&#8220;Artinya : (Yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu, dalam keadaan terhina&#8221;. [Al-Furqan : 69]</p>
<p>Mereka berada dalam siksaan, kecuali :</p>
<p>&#8220;Artinya : Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih ; maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal shalih, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya&#8221;. [Al-Furqan : 70-71]</p>
<p>Ini semua cerminan dari akhlak Ahlul Iman laki-laki dan wanita. Kemudian Allah melanjutkan firman-Nya :</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu&#8221;. [Al-Furqan : 72]</p>
<p>&#8220;Laa yasyhadun&#8221; (tidak memberikan persaksian) maksudnya yaitu &#8220;la yahdhurun&#8221; (tidak melakukan). Adapun yang dimaksud dengan &#8220;Az-Zuur&#8221; (palsu, dusta) yaitu kebathilan dan kemungkaran dari berbagai bentuk kemaksiatan dan kekafiran. Ahlul Iman adalah mereka mereka yang tidak memberikan persaksian palsu, bahkan mereka adalah orang yang mengingkari serta memeranginya.</p>
<p>Firman Allah</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya&#8221;. [Al-Furqan : 72]</p>
<p>Lebih dari itu, Ahlul Iman akan menolak perbuatan yang tidak mendatangkan faedah, sebagaimana firman Allah berikut :</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata : &#8216;Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu&#8230;&#8221; [Al-Qashash : 55]</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Rabb mereka, mereka tidaklah mengahadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta&#8221;. [Al-Furqan : 73]</p>
<p>Bahkan mereka mengahadapinya dengan khusyuk serta menerima sepenuhnya terhadap Allah dan sekaligus mengagungkan-Nya. Inilah sifat mukminin dan mukminat apabila diingatkan dengan ayat-ayat Allah mereka nampak khusyuk dan lembut hatinya serta mengagungkan Rabbnya bahkan menangis lantaran rasa takut kepada-Nya. Mereka melakukan itu karena mengharap pahala dari-Nya dan takut akan siksa-Nya.</p>
<p>Allah berfirman :</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan orang-orang yang berkata : &#8216;Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa&#8221;. [Al-Furqan : 74].</p>
<p>Ini semua merupakan sifat-sifat mukminin dan mukminat, mereka adalah Ibadurrahman (Hamba-hamba Allah) yang hakiki lagi sempurna.</p>
<p>Qurratul &#8216;Ain (penyejuk mata) adalah, manakala engkau melihat anak-anakmu, baik laki-laki atau perempuan semuanya melaksanakan amal shalih. Kata-kata &#8220;al-walad&#8221; secara umum mencakup laki-laki dan wanita. Anak laki-laki sering dipanggil dengan sebutan ibnu, sedang perempuan dipanggil dengan bintu.</p>
<p>Demikian pula kata-kata &#8220;dzurriyah&#8221; yang mencakup laki-laki dan juga perempuan. Hal ini sebagai mana tersebut dalam hadist :</p>
<p>&#8220;Artinya : Apabila anak Adam (manusia) meninggal, terputus amalnya kecuali tiga perkara ; shadaqah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan atau anak shalih yang mendo&#8217;akannya&#8221;.</p>
<p>Anak atau al-walad, termasuk di dalamnya adalah anak laki-laki atau perempuan, hal ini sebagaimana penjelasan di depan. Allah mempertegas hal ini dalam firman-Nya :</p>
<p>&#8220;Artinya : Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami)&#8230;.&#8221; [Al-Furqan : 74]</p>
<p>Yakni, dzurriyah (generasi) yang menyejukkan pandangan mata. Hal itu disebabkan karena kondisi anak keturunan yang taat kepada Allah dan istiqamah di atas syari&#8217;at-Nya. Demikianlah kondisi kehidupan suami istri, seorang suami misalnya, apabila melihat istrinya taat kepada Allah, maka pastilah sejuk matanya (senang hatinya). Demikian pula istri, apabila melihat suaminya taat kepada Allah tentulah senang hatinya. Ini terjadi manakala istri adalah sosok wanita mukminah. Suami yang shalih adalah penyejuk mata bagi istrinya, demikian pula istri shalihah adalah penyejuk mata bagi suaminya yang mukmin. Generasi yang baik (dzuriyatan thayyibah) adalah penyejuk mata bagi ayahnya, ibunya dan seluruh kerabat mukminin dan mukminat.</p>
<p>Allah berfirman :</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa&#8221;. [Al-Furqan : 74]</p>
<p>Imam bagi orang-orang yang bertaqwa, yakni ; imam dalam kebaikan yang mampu membimbing manusia. Kemudian Allah menegaskan balasan yang bakal diperoleh mereka, yaitu :</p>
<p>&#8220;Artinya : Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam jannah)&#8221;. [Al-Furqan : 75]</p>
<p>Ghurfah adalah jannah. Disebut ghurfah karena ketinggiannya, sebab ia berada di tempat yang sangat tinggi, yaitu di atas langit dan di bawah &#8216;Arsy. Jannah itu berada di tempat yang sangat tinggi, oleh karena itu Allah berfirman :<br />
&#8220;Artinya : Mereka itulah orang-orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam jannah)&#8221;. [Al-Furqan : 75]</p>
<p>Ghurfah (balasan yang tinggi) yakni, al-jannah. Hal ini diperoleh karena kesabaran mereka (bimaa shabaruu). Maksudnya adalah kesabaran dalam mentaati Allah, kesabaran menahan yang diharamkan Allah dan kesabaran atas musibah yang menimpa. Ketika mereka menerima dengan sabar, maka Allah membalasi mereka dengan al-jannah yang tinggi dan agung. Manakala mereka sabar menunaikan kewjibannya terhadap Allah, sabar terhadap yang diharamkan Allah, sabar menerima musibah yang memedihkan, misalnya ; sakit, kemiskinan dan selainnya, maka Allah akan membalasi mereka dengan sebaik-baik balasan.</p>
<p>Allah berfirman :</p>
<p>&#8220;Artinya : Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam jannah), karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya, mereka kekal di dalamnya. Jannah itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman&#8221;. [Al-Furqan : 75-76]</p>
<p>Inilah cerminan sifat-sifat Ahlul Iman yang utuh, baik kalangan laki-laki atau wanita. Mereka pula yang Ahlus Sa&#8217;adah wan Najah (pemilik kemuliaan dan kesuksesan). Di dalam Al-Qur&#8217;an Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala banyak menyebutkan sifat-sifat mukminin dan mukminat serta akhlak mereka yang mulia. Di antaranya sebagaimana tersebut dalam surat Al-Baqarah, Allah berfirman :</p>
<p>&#8220;Artinya : Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, Hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta ; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat dan menunaikan zakat ; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya) ; dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa&#8221;. [Al-Baqarah : 177]</p>
<p>Inilah keadaan orang-orang yang bertaqwa dari baik laki-laki maupun perempuan. Allah telah menjelaskan sifat-sifat mereka dalam ayat yang mulia ini.</p>
<p>&#8220;Artinya : &#8230;.. akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah ..&#8221;.</p>
<p>Makna ayat tersebut ialah : Akan tetapi, pemilik kebajikan yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi. Iman kepada Allah dalam pengertian, Allah sebagai Rabb dan Ilah yang Maha Suci lagi Maha Agung. Mereka juga mengimani Allah sebagai tempat pengabdian yang sebenar-benarnya, bahwa sesungguhnya Allah adalah Dzat Pencipta, dan Dzat Pemberi rezeki. Dialah yang Maha Suci dan disifati dengan Asma&#8217;ul Husna dan sifat-sifat yang tinggi. Tidak ada yang sebanding dengan-Nya, tidak ada tandingan bagi-Nya. Dialah yang Maha Sempurna dalam dzat, dalam sifat-sifat, dalam nama-nama dan dalam perbuatan-Nya. Dialah dzat yang tidak terdapat pada-Nya kekurangan dari berbagai seginya, bahkan Dialah yang mempunyai kesempurnaan yang mutlak dari berbagai segi.</p>
<p>Allah berfirman :</p>
<p>&#8220;Artinya : Katakanlah :&#8217;Diallah Allah, Yang Maha Esa&#8217;. Allah adalah Ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia&#8221;. [Al-Ikhlas : 1-4]</p>
<p align="justify">Beriman kepada Hari Akhir, artinya ialah ; beriman kepada hari kebangkitan setelah kematian. Pada hari itu, dunia lenyap dan datang berganti dengan hari akhir, yaitu Hari Kiamat. Pada hari itu, kiamat pasti datang dan hamba-hamba Allah pasti akan dibangkitkan sebagaimana firman-Nya :</p>
<p>&#8220;Artinya : Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat&#8221;. [Al-Mukminun : 16-17]</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya ; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur&#8221;. [Al-Hajj : 7]</p>
<p>Yaumul Akhir adalah, hari perhitungan dan pembalasan, jannah dan naar, pemberian buku catatan dari sebelah kanan atau sebelah kiri, diangkatnya timbangan dan ditimbangnya perbuatan-perbuatan. Setelah semuanya usai, maka manusia akan menuju dua tempat, yaitu jannah atau naar. Adapun kaum mukminin maka mereka memasuki jannah dengan rasa bahagia dan mulia. Tetapi orang-orang kafir akan memasuki naar dengan adzab yang menghinakan. Kita memohon keselamatan kepada Allah.</p>
<p>Berkenan dengan keimanan terhadap Malaikat, maka kita mengimani bahwa Malaikat adalah makhluk yang taat kepada Allah, dia adalah pasukan Allah dan utusan penghubung antara Allah dengan hamba-hamba-Nya dalam menyampaikan perintah dan larangan-Nya.</p>
<p>Allah menjelaskan sifat Malaikat dalam firman-Nya.</p>
<p>&#8220;Artinya : Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan&#8221;. [At-Tahrim : 6]</p>
<p>Allah mencipta Malaikat dari cahaya dan mereka senantiasa melaksanakan perintah-perintah-Nya.</p>
<p>Allah berfirman :</p>
<p>&#8220;Artinya : Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimulyakan, mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang-orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya&#8221;. [Al-Anbiya' : 26-28]</p>
<p>Allah Azza wa Jalla juga berfirman berkenan dengan mereka (malaikat) :</p>
<p>&#8220;Artinya : Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan&#8221;. [At-Tahrim : 6]</p>
<p>Berkenan dengan iman kepada Al-Kitab, maka maksudnya adalah iman kepada kitab yang diturunkan dari langit. Yang paling agung di antara kitab yang ada adalah Al-Qur&#8217;an Al-Karim. Para Ahlul Iman mempercayai semua kitab telah Allah turunkan kepada para nabi terdahulu. Kitab yang terakhir, teragung, termulia adalah Al-Qur&#8217;an Al-Adzim yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam.</p>
<p>Inilah konsekuensi sebagai mukminin, mereka mengimani semua para nabi dan rasul serta membenarkannya. Nabi yang paling akhir adalah Muhammad Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, dialah penutup para nabi dan sekaligus nabi yang paling afdhal.</p>
<p>Disamping itu, seorang mukmin dituntut menyedekahkan harta yang dicintainya. Dan inilah makna firman Allah :</p>
<p>&#8220;Artinya : Memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya &#8230;.&#8221;. [Al-Baqarah : 177]</p>
<p>Para ahlul iman, mereka menginfakkan harta yang dicintainya kepada fuqara dan masakin kerabat dekat atau selainnya, berinfak di jalan kebaikan dan jihad terhadap musuh-musuh Allah. Beginilah ahlul iman dan kebaikan, mereka menginfakkan harta bendanya di jalan kebaikan.</p>
<p>Pada ayat lain Allah juga berfirman :</p>
<p>&#8220;Artinya : Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo&#8217;a kepada Rabbnya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka&#8221;. [As-Sajdah : 16].</p>
<p>&#8220;Artinya : Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman diantara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar&#8221;. [Al-Hadid : 7].</p>
<p>Pada ayat lain, yaitu Surat Al-Baqarah : 177, Allah berfirman :</p>
<p>&#8220;Artinya : &#8230; dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta ; dan (memerdekakan) hamba sahaya &#8230;.&#8221;. [Al-Baqarah : 177]</p>
<p>Makna ayat tersebut ialah ; mereka menginfakkan harta mereka untuk beberapa bentuk kebaikan, yaitu ; untuk kerabat dekat, anak-anak yatim, orang-orang fakir, orang-orang miskin bukan dari kerabat dekat dari kalangan orang-orang lemah, untuk Ibnu Sabil, yaitu orang yang melewati negeri asing yang tidak memiliki kecukupan nafkah. Sa&#8217;ilun atau orang yang meminta-minta, yaitu orang yang meminta-minta kepada manusia lantaran kebutuhan yang mendesak atau karena kemiskinannya. Bisa juga berarti peminta-minta yang belum diketahui keadaannya. Maka kepada mereka perlu dikasih bantuan guna menutup keadaan mereka yang kekurangan.</p>
<p>Allah berfirman :</p>
<p>&#8220;Artinya : &#8230; memerdekakan hamba sahaya &#8230;..&#8221; [Al-Baqarah : 177]</p>
<p>Maknanya : Menginfakkan hartanya untuk memerdekakan hamba sahaya atau memerdekakan budak, perempuan-perempuan, memerdekakan atau menebus para tawanan.</p>
<p>Kemudian Allah berfirman :</p>
<p>&#8220;Artinya : &#8230;menegakkan shalat dan membayar zakat &#8230;.&#8221;</p>
<p>Maknanya : Sesungguhnya orang-orang beriman itu menegakkan shalat dan membayar zakat. Menjaga shalat tepat waktunya sebagaimana disyari&#8217;atkan Allah dan membayar zakat sebagaimana yang diatur oleh Allah.</p>
<p>Allah berfirman :</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan orang-orang yang memenuhi janjinya apabila berjanji&#8221;.<br />
(Yaitu apabila berjanji memenuhi janji itu dan tidak udzur terhadap janjinya).</p>
<p>Kemudian Allah berfirman pula :</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan orang-orang yang sabar dalam al-ba&#8217;su, adh-dhara&#8217; dan hina al-ba&#8217;si&#8221;.</p>
<p>Artinya sabar dalam keadaan perang.</p>
<p>Allah memuji mereka dalam firman-Nya :</p>
<p>&#8220;Artinya : Mereka itu adalah orang-orang yang benar dan mereka itu adalah orang-orang yang bertaqwa&#8221;. [Al-Baqarah : 177]</p>
<p>Mereka itu adalah Ahlush Shidqi (orang yang benar) karena telah mewujudkan keimanannya dengan amal yang baik dan mewujudkan ketaqwaannya kepada Allah Azza wa Jalla.</p>
<p>Disebutkan pula sifat-sifat lain dari sifat Ahlus Shidqi sebagaimana tertera dalam Surat Al-Anfal, Al-Bara&#8217;ah dan Surat Al-Mukminun.</p>
<p>Allah berfirman :</p>
<p>&#8220;Artinya : Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya&#8221;. [Al-Mukminun : 1-2]</p>
<p>Pada tempat yang lain, Allah menyebutkan sifat-sifat orang beriman dan kemuliaan akhlaknya. Barangsiapa mengamati Al-Qur&#8217;an Al-Karim dan senantiasa berhubungan dengannya, niscaya akan mendapatkan sifat-sifat tersebut. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman :</p>
<p>&#8220;Artinya : Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran&#8221;.[Shad : 29].</p>
<p>Allah berfirman :</p>
<p>&#8220;Artinya : Sesungguhnya Al-Qur&#8217;an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus&#8221;. [Al-Isra : 9]</p>
<p>&#8220;Artinya : Katakanlah ; &#8216;Al-Qur&#8217;an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman&#8221;. [Fushilat : 44].</p>
<p>&#8220;Artinya : Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur&#8217;an ataukah hati mereka terkunci&#8221;. [Muhammad : 24].</p>
<p>[Disalin dari buku Akhlaqul Mukminn wal Mukminat, dengan edisi Indonesia Akhlak Salaf, Mukminin &amp; Mukminat oleh Syaikh Abdul Azin bin Abdullah bin Baaz, hal 27-34, terbitan Pustaka At-Tibyan, penerjemah Ihsan]</p>
<p>Sumber : <a href="http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=869&amp;bagian=0">http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=869&amp;bagian=0</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafussholeh.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafussholeh.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafussholeh.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafussholeh.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafussholeh.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafussholeh.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafussholeh.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafussholeh.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafussholeh.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafussholeh.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafussholeh.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafussholeh.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafussholeh.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafussholeh.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafussholeh.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafussholeh.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafussholeh.wordpress.com&amp;blog=3005795&amp;post=7&amp;subd=salafussholeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafussholeh.wordpress.com/2008/03/02/adab-akhlaq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b46bac65f42ccb11bdfc2d34a1add695?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">salafussholeh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AGAMA ISLAM ADALAH AGAMA YANG HAQ (BENAR) YANG DIBAWA OLEH RASULULLAH SHALLALAHU &#8216;ALAIHI WA SALLAM</title>
		<link>http://salafussholeh.wordpress.com/2008/03/02/aqidah/</link>
		<comments>http://salafussholeh.wordpress.com/2008/03/02/aqidah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Mar 2008 07:59:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafussholeh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafussholeh.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Selasa, 19 Juli 2005 08:28:28 WIB Dengan Islam, Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala mengakhiri serta menyempurnakan agama-agama lain untuk para hambaNya. Dengan Islam pula, Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala menyempurnakan kenikmatanNya dan meridhai Islam sebagai agama. Agama Islam adalah agama yang benar dan satu-satunya agama yang diterima Allah, kepercayaan selain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafussholeh.wordpress.com&amp;blog=3005795&amp;post=6&amp;subd=salafussholeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Oleh<br />
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas<br />
Selasa, 19 Juli 2005 08:28:28 WIB</p>
<p>Dengan Islam, Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala mengakhiri serta menyempurnakan agama-agama lain untuk para hambaNya. Dengan Islam pula, Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala menyempurnakan kenikmatanNya dan meridhai Islam sebagai agama. Agama Islam adalah agama yang benar dan satu-satunya agama yang diterima Allah, kepercayaan selain Islam tidak akan diterima Allah.</p>
<p align="justify"><span id="more-6"></span>Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman.</p>
<p>&#8220;Artinya : Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.&#8221; [Ali ‘Imran: 85]</p>
<p>Allah Azza wa Jalla telah mewajibkan kepada seluruh manusia untuk memeluk agama Islam karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus untuk seluruh manusia, sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :</p>
<p>&#8220;Artinya : Katakanlah: ‘Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, tidak ada yang berhak disembah selain Dia, Yang menghidupkan dan Yang mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan RasulNya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada Kalimat-KalimatNya (Kitab-Kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk&#8221; [Al-A'raaf: 158]</p>
<p>Hal ini juga sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>&#8220;Artinya : Demi yang diri Muhammad ada di tangan Allah, tidaklah mendengar seorang dari ummat Yahudi dan Nasrani yang mendengar diutusnya Muhammad, kemudian dia mati dalam keadaan tidak beriman dengan apa yang diutus dengannya (Islam), niscaya dia termasuk penghuni Neraka.&#8221;[1]</p>
<p>Mengimani Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, artinya membenarkan dengan penuh penerimaan dan kepatuhan pada seluruh apa yang dibawanya bukan hanya membenarkan semata. Oleh karena itulah Abu Thalib (paman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) termasuk kafir, yaitu orang yang tidak beriman kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam meskipun dia membenarkan apa yang dibawa oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dia membenarkan pula bahwa Islam adalah agama yang terbaik.</p>
<p>Agama Islam mencakup seluruh kemaslahatan yang terkandung di dalam agama-agama terdahulu. Islam memiliki keistimewaan, yaitu cocok dan sesuai untuk setiap masa, tempat dan kondisi ummat.</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur&#8217;an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain&#8230;&#8221;[Al-Maa-idah: 48]</p>
<p>Islam dikatakan cocok dan sesuai di setiap masa, tempat dan kondisi ummat maksudnya adalah berpegang teguh kepada Islam tidak akan menghilangkan kemaslahatan ummat bahkan, dengan Islam ini ummat akan menjadi baik, sejahtera, aman dan sentausa. Tetapi harus diingat bahwa Islam tidak tunduk terhadap masa, tempat dan kondisi ummat sebagaimana yang dikehendaki oleh sebagian orang. Apabila ummat manusia menginginkan keselamatan di dunia dan di akhirat, maka mereka harus masuk Islam dan tunduk dalam melaksanakan syari&#8217;at Islam.</p>
<p>Agama Islam adalah agama yang benar, Allah menjanjikan kemenangan kepada orang yang berpegang teguh kepada agama ini dengan baik, namun dengan syarat mereka harus mentauhidkan Allah, menjauhkan segala perbuatan syirik, menuntut ilmu syar&#8217;i dan mengamalkan amal yang shalih.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman.</p>
<p>&#8220;Artinya : Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (al-Qur&#8217;an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyu-kainya.&#8221; [At-Taubah: 33]</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merubah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang yang fasik.&#8221; [An-Nuur: 55]</p>
<p>Islam adalah agama yang sempurna dalam ‘aqidah dan syari&#8217;at. Bentuk kesempurnaannya di antaranya adalah</p>
<p>[1]. Memerintahkan bertauhid dan melarang syirik.<br />
[2]. Memerintahkan untuk berbuat jujur dan melarang bersikap bohong.<br />
[3]. Memerintahkan untuk berbuat adil dan melarang bersikap zhalim.<br />
[4]. Memerintahkan untuk bersikap amanah dan melarang ingkar janji.<br />
[5]. Memerintahkan untuk menepati janji dan melarang bersikap khianat.<br />
[6]. Memerintahkan untuk berbakti kepada ibu-bapak serta me-larang mendurhakainya.</p>
<p>Dan yang lainnya.</p>
<p>Secara umum Islam memerintahkan agar berakhlak yang mulia, bermoral baik dan melarang bermoral buruk. Islam juga memerintahkan setiap perbuatan baik, dan melarang perbuatan yang buruk</p>
<p>Allah Subahanahu wa Ta&#8217;ala berfirman.</p>
<p>&#8220;Artinya : Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.&#8221; [ An-Nahl: 90]</p>
<p>Islam didirikan atas lima dasar, sebagaimana yang tersebut dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda</p>
<p>&#8220;Artinya : Islam dibangun atas lima hal, (yaitu); (1) bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah dengan benar melainkan hanya Allah, (2) dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, (3) menegakkan shalat, (4) membayar zakat, (5) berpuasa di bulan Ramadhan dan menunaikan haji ke Baitullah.&#8221;[2]</p>
<p>Rukun Islam ini wajib diimani, diyakini dan wajib diamalkan oleh setiap muslim dan muslimah.</p>
<p>Pertama: Kesaksian tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Azza wa Jalla dan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba serta RasulNya merupakan keyakinan yang mantap, yang diekspresikan dengan lisan. Dengan kemantapannya itu, seakan-akan ia dapat menyaksikanNya.</p>
<p>Syahadah (kesaksian) merupakan satu rukun padahal yang disaksikan itu ada dua hal, ini dikarenakan Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam adalah penyampai risalah dari Allah Azza wa Jalla. Jadi, kesaksian bahwa Muhammad Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam adalah hamba dan utusan Allah Azza wa Jalla merupakan kesempurnaan kesaksian Laa ilaha illa Allah, tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah.</p>
<p>Syahadatain (dua kesaksian) tersebut merupakan dasar sah dan diterimanya semua amal. Amal akan sah dan diterima bila dilakukan dengan keikhlasan hanya karena Allah Azza wa Jalla dan mutaba&#8217;ah (mengikuti) Sunnah Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Ikhlas karena Allah Azza wa Jalla terealisasi pada Syahadat (kesaksian) laa ilaha illallah, tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah. Sedangkan mutaba&#8217;ah atau mengikuti Sunnah Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam terealisasi pada kesaksian bahwa Muhammad adalah hamba serta Rasul-Nya.</p>
<p>Faedah terbesar dari dua kalimat syahadat tersebut adalah membebaskan hati dan jiwa dari penghambaan terhadap makhluk dengan beribadah hanya kepada Allah saja serta tidak mengikuti melainkan hanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>Kedua: Mendirikan shalat artinya beribadah kepada Allah dengan mengerjakan shalat wajib lima waktu secara istiqamah serta sempurna, baik waktu maupun caranya. Shalat harus sesuai dengan contoh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.<br />
Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam</p>
<p>&#8220;Artinya : Shalatlah kalian sebagaimana engkau melihatku shalat.&#8221; [3]</p>
<p>Salah satu hikmah shalat adalah mendapat kelapangan dada, ketenangan hati, dan menjauhkan diri dari perbuatan keji dan mungkar.[4]</p>
<p>Ketiga: Mengeluarkan zakat artinya, beribadah hanya kepada Allah Azza wa Jalla dengan menyerahkan kadar yang wajib dari harta-harta yang harus dikeluarkan zakatnya.[5]</p>
<p>Salah satu hikmah mengeluarkan zakat adalah membersihkan harta, jiwa dan moral yang buruk, yaitu kekikiran serta dapat menutupi kebutuhan Islam dan ummat Islam, menolong orang fakir dan miskin.</p>
<p>Keempat: Puasa Ramadhan artinya, beribadah hanya kepada Allah dengan cara meninggalkan hal-hal yang dapat membatalkan di siang hari di bulan Ramadhan (puasa sebulan penuh).</p>
<p>Salah satu hikmahnya ialah melatih jiwa untuk meninggalkan hal-hal yang disukai karena mencari ridha Allah Azza wa Jalla.</p>
<p>Kelima: Naik Haji ke Baitullah (rumah Allah), artinya beribadah hanya kepada Allah dengan menuju ke al-Baitul Haram (Ka&#8217;bah di Makkah al-Mukarramah) untuk mengerjakan syiar atau manasik Haji.[6]</p>
<p>Salah satu hikmahnya adalah melatih jiwa untuk mengerahkan segala kemampuan harta dan jiwa agar tetap taat kepada Allah Azza wa Jalla. Oleh karena itu Haji merupakan salah satu macam jihad fi sabilillah.[7]</p>
<p>[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, Po Box 264 Bogor 16001, Cetakan Pertama Jumadil Akhir 1425H/Agustus 2004M]<br />
_________<br />
Foote Note<br />
[1]. HR. Muslim (I/134, no. 153), dari Shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu &#8216;anhu<br />
[2]. Mutafaqun ‘alaihi. HR. Al-Bukhari dalam Kitabul Iman pada bab Qaulu Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallm: (Èõäöíó ÇúáÅöÓúáÇóãõ Úóáóì ÎóãúÓò) no. 8, Muslim dalam Kitabul Iman bab Arkanul Islam no. 16, Ahmad (II/26, 93, 120, 143), at-Tirmidzi (no. 2609) dan an-Nasa-i (VIII/107)<br />
[3]. HR. Al-Bukhari (no. 631), dari Shahabat Malik bin Khuwairits radhiyallahu &#8216;anhu<br />
[4]. Lihat QS. Al-Ankabut: 45.<br />
[5]. Lihat QS. Al-Baqarah: 43.<br />
[6]. Lihat QS. Ali ‘Imran: 96.<br />
[7]. Diringkas dan ditambah dari kutaib Syarhu Ushuulil Iimaan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (hal. 4-10)<br />
Sumber : <a href="http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=1490&amp;bagian=0">http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=1490&amp;bagian=0</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafussholeh.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafussholeh.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafussholeh.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafussholeh.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafussholeh.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafussholeh.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafussholeh.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafussholeh.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafussholeh.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafussholeh.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafussholeh.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafussholeh.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafussholeh.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafussholeh.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafussholeh.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafussholeh.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafussholeh.wordpress.com&amp;blog=3005795&amp;post=6&amp;subd=salafussholeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafussholeh.wordpress.com/2008/03/02/aqidah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b46bac65f42ccb11bdfc2d34a1add695?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">salafussholeh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://salafussholeh.wordpress.com/2008/02/28/hello-world/</link>
		<comments>http://salafussholeh.wordpress.com/2008/02/28/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Feb 2008 07:58:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafussholeh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafussholeh.wordpress.com&amp;blog=3005795&amp;post=1&amp;subd=salafussholeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafussholeh.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafussholeh.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafussholeh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafussholeh.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafussholeh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafussholeh.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafussholeh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafussholeh.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafussholeh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafussholeh.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafussholeh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafussholeh.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafussholeh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafussholeh.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafussholeh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafussholeh.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafussholeh.wordpress.com&amp;blog=3005795&amp;post=1&amp;subd=salafussholeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafussholeh.wordpress.com/2008/02/28/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b46bac65f42ccb11bdfc2d34a1add695?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">salafussholeh</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
